Hari ini aku merasa mindfull sekali walau agak sakit kepala yang mungkin karena tidur mendekati maghrib. Kenapa aku merasa fullfill hari ini? Karena aku memulai hari dengan meminimalkan paparan ponsel ketika pertama buka mata. Meskipun semalam aku tidur agak telat (jam 3:red) dan bangun jam 7 karena mendengar rengekan anak tetangga yang sudah nangis saja.
Bangun jam 7 pagi dengan semangat untuk melakukan hal-hal yang sudah dibayangkan jauh-jauh hari ketika dapat hari libur di kosan. Aku membayangkan bisa membersihkan kompor yang kotor sekali kena minyak goreng saat menggoreng. Minyak goreng yang menempel itu menumpuk debu dari genteng atas sehingga tebal sekali lapisan lemaknya. Aku khawatir akan jadi karat pada permukaan kompor.
Membersihkan yang Terlihat dan yang Tidak
Dimulai dengan melepas semua komponen kompor gas, aku mulai membersihkannya dengan cairan pencuci piring. Setelah selesai aku membersihkan kompor, aku lanjut membersihkan rak piring yang di belakang. Tadinya kotor juga karena debu yang menempel sehingga jadi segan untuk sekadar mengeringkan piring yang sudah selesai dicuci.
Di tengah-tengah kegiatan bersih-bersih aku sempatkan untuk mencuci baju. Wah... produktif sekali hari ini, pikirku. Dari kejauhan terdengar mas Candra kirim pesan kalau agenda hari ini jadi diadakan pukul 11.00 WIB di rumah mbak Yaya. Bergegas aku mandi dan siap-siap untuk berangkat.
Rencana Dadakan yang Jadi Kenangan
Pukul 10.50 aku berangkat dari kosan ke rumah mas Candra terlebih dahulu. Sesampainya di sana aku berbagi tugas untuk menjemput mas Rian karena mas Rian tidak ada kendaraan yang senggang hari ini. Sekitar pukul 11.30 kami berangkat ke rumah mbak Yaya.
Sampai rumah mbak Yaya pukul 12.30, yang sudah ditunggu mbak Tina juga duduk di ruang tamu depan. Mereka kelihatan sudah siap. Perlengkapan bakar-bakar sudah disiapkan di motor mbak Yaya dan mbak Tina. Kami cek dan ricek perlengkapan piknik karena niatnya memang mau bakar-bakar ayam di suatu tempat.
Bakar Ayam, Bakar Penat
Kami berangkat pukul 12.45. Di jalan aku mampir warung untuk beli bensin dulu. Sekitar 15 menit perjalanan kami bertemu rombongan lain: mbak Nabila, Vika, dan Anggi. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke tempat yang sudah diagendakan. Perjalanan memakan waktu sekitar 20 menit dari rumah mbak Yaya.
Mas Candra dan mas Riyan survey tempat kosong. Ketemulah lahan luas di pinggir Sungai Opak di daerah Sriharjo, Bantul. Aku, mas Riyan, dan mas Candra menyiapkan tempat termasuk sewa tikar untuk duduk. Kami juga menyiapkan alat pemanggang lengkap dengan arang dan kipas.
Kami mulai bakar-bakar daging ayam dan sosis serta bakso payaman yang sudah disiapkan mbak Yaya sebelumnya. Dalam sesi bakar-bakar dan ngobrol, mbak Elsa datang membawa teh manis hangat satu teko besar. Suasana begitu hangat saat itu. Obrolan ditemani hembusan angin, suara sungai yang mengalir, serta hamparan tebing yang ditumbuhi pepohonan lebat menambah suasana piknik kami semakin tak terlupakan.
Tawa, Gosip, dan Realita Kantor
Kami ngobrol jokes receh, sesekali saling bercanda dengan teman kerja, hingga menyinggung soal dinamika yang sedang terjadi di tempat kerja. Seperti yang sering terjadi di banyak perusahaan, ada kalanya keputusan manajemen tidak selalu berjalan seiring dengan harapan karyawan — dan itu wajar. Yang penting, ruang untuk saling bercerita dan melepas penat tetap terjaga dengan baik.
Jam 14.00 mbak Tina pamit pulang duluan karena ada acara. Kami lanjut ngobrol dan sesekali ambil dokumentasi berfoto. Sekitar pukul 15.00 Aymara, anaknya mbak Yaya, akan ikut pawai di rumahnya, maka kami memutuskan untuk menyudahi acara piknik kami. Piknik ditutup dengan foto bersama di pinggir sungai dan Aymara yang mengambilkan foto kami.
Perjalanan pulang disajikan dengan pemandangan alam yang masih asri dan pemukiman desa yang ramah. Jalan berkelok khas pegunungan dan lalu lintas yang tidak begitu ramai namun juga tidak sepi membuat perjalanan itu semakin tidak akan terlupakan dalam memoriku.
Lelah yang Mengisi Lagi
Hari ini aku bersyukur masih bisa hidup. Masih diberi kesempatan bersosial dengan teman-teman kerja. Masih bisa merasakan kebersamaan. Momen yang sudah tidak aku rasakan beberapa bulan terakhir.
Seperti capek tapi penuh dengan energi lagi. Seolah-olah mereset pikiran yang kusut. Sesaat bisa melegakan pikiran yang ramai ini. Walau sampai kosan pikiran itu datang lagi, namun kali ini sudah lebih anteng untuk menghadapinya.
Banguntapan, 17 Februari 2026.

.jpeg)
Tidak ada komentar